Ina Madjidhan Berbagi Kasih
Amalia Medina Madjidhan yang lebih dikenal dengan Ina Madjidhan mengajak bercengkerama anak-anak cacat dan terlantar Panti Yayasan Sayap Ibu dengan penuh kasih sayang.
Wanita kelahiran Samarinda 9 November 1973 ini, tak segan menggendong atau menyuapi anak-anak yang disisihkan oleh keluarganya. Ina yang lebih dikenal di situs jejaring sosial dengan nama Ina Madjidhan alias Ina Wiro atau @inagibol , bukanlah relawan biasa. Pendiri gerakan berbagi ini aktif menggerakkan hati pengguna jejaring sosial untuk berbagi kasih kepada anak-anak tersebut. Beragam profesi bergabung dalam gerakan berbagi ini, mulai ibu rumah tangga, karyawan, dokter, dan para artis Ibu Kota.
Ina tak pernah menghimpun dana dalam melaksanakan kegiatan. Ia punya cara sendirimenyampaikan maksudnya, yakni dengan cara terjun langsung. Hal ini dilakukannya saat berbagi nasi pada orang-orang tidak mampu pada 2010 lalu. Kini, gerakan berbagiberkembang pada banyak aspek, seperti program berbagi pangan, tanggap darurat, kesehatan, dan berbagi buku pendidikan.
"Hampir semua orang bisa menitipkan donasidan bantuan, tapi tidak semua orang bisa berinteraksi secara langsung dengan anak-anak tersebut. Gerakan berbagi ini menggiatkan kawan-kawan untuk terjun langsung," kata Ina.
Menurutnya, konsep berbagi ini tak pandang bulu, siapa saja yang membutuhkan siap dibantu. Misalnya, anak-anak penderita kanker. Program utama gerakan berbagi pada tahun lalu adalah donor Averesis. Ia berhasil mengumpulkan 70 pendonor dalam program tersebut.
Ina berkunjung ke rumah penerima bantuan setidaknya dua kali dalam satu minggu, seperti ke rumah Muhammad Rifaldy atau Aldy. Aldy adalah bocah 10 tahun yang menderita kanker Lymphoma. Ketegaran Aldy dalam menghadapi penyakit menggetarkan hati Ina. Ina membujuk Aldy yang tak mau lagi minum obat karena tenggorokannya sakit. Usaha Ina berhasil, Aldy pun akhirnya mau minum obat.
Rumah milik orangtua Ina tak kalah sibuknya.Pasalnya, rumah orangtuanya juga digunakansebagai markas gerakan berbagi. Para relawan setiap hari datang memberikan bantuan hingga membungkus bingkisan yang akan diberikan kepada yang membutuhkan. Ibunda Ina Madjidhan, Sri Asniwati mengaku bangga dengan ketekunan anaknya yang mau berbagi. Namun demikian, ia tak lupa menasihati Ina agar tidak keluar dari niat kebaikan saat melakukan kegiatan ini.
Tak diduga, Muhammad Rifaldy (Aldy) meninggal dunia, Sabtu (22/9) lalu, atau dua hari setelah kunjungan Ina. Tim Liputan 6 SCTV turut berduka cita atas kepergian Aldy.

0 Response to "Ina Madjidhan Berbagi Kasih"
Posting Komentar